Wednesday, February 4, 2009

Hidup adalah pembelajaran..pembelajaran sepanjang usia

Seorang teman meminta saya menuliskan sebuah artikel, terserah apa saja temanya begitu dia mengatakan. Sesaat saya mencoba menulis, 1 paragraf hampir selesai, judulnya ”Berkaca pada anak”.., namun saya teringat pada sebuah testimoni yang saya buat di friendster beberapa waktu yang lalu dan testimoni ini juga pernah saya kirim ke milis daarut tauhid, sepertinya tema ini lebih mengena untuk kondisi saat ini..di saat kita terlalu mudah berprasangka pada orang, di saat nilai-nilai kemanusiaan tanpa disadari tergerus oleh zaman...Wallahu’alam bishawab.. semoga bermanfaat.. (insyaAllah artikel ”Berkaca pada Anak” akan saya lanjutkan pada kesempatan yang lain..)

Hidup adalah pembelajaran..pembelajaran sepanjang usia..,
Sebuah pepatah mengatakan alam terkembang jadi guru.. Setiap apapun yang kita alami sesungguhnya ada pelajaran yang diselipkan Allah disana…sesuai dengan Al Qur’an surat… dan memang tidak pernah ada yang sia-sia Allah ciptakan..(QS…).

Sedikit pengantar, tulisan ini saya buat dalam bus kota jurusan panam – pasar pusat dalam perjalanan berangkat menuju SDIT Al fityah dari rumah tercinta...

Hari ini belajar tentang berbagi, belajar melihat manusia sebenarnya, belajar memahami nurani dan yang terpenting belajar kembali..., menjadi manusia.
Ternyata, tanpa disadari rasa humanis dalam diri kita (bc : saya) pelan-pelan bisa menghilang seiring waktu dan pengalaman tentu saja.

Di bus kota pagi itu tak terlintas harapan diberi kursi oleh seseorang..., laki-laki tentunya.. ( karena idealnya laki-laki adalah makhluk tuhan yang paling gentle..).
Tak dinyana, belum sampe hitungan menit, seorang pahlawan menawarkan kursinya untuk saya.. ragu, kaget, campur sumringah..(ada ya hari gini) ..

Akhirnya saya cukup bisa menikmati perjalan pagi itu..sambil melihat sang pahlawan bergelantungan, berdesak-desakkan dengan penumpang yang lain... miris.. persis sarden dalam kemasan.. karena dalam hitungan menit berikutnya setelah saya duduk, bejubel manusia naik, ingin dipenuhi hajat hidupnya...oleh si bis kota.

Tak ada yang berkomentar dengan tidak manusiawinya perlakuan kernet dan supir yang ugal-ugalan.. Yap bargaining possition ada di tangan mereka, jadi ya cukup dinikmatilah 'layanan memuaskan' itu..

Ternyata dia lebih baik dari saya... dia, sang pahlawan, masih bisa mempertahankan rasa humanisnya, langsung dalam tindakan nyata... bahwa laki-laki harus melindungi perempuan... tidak seperti saya, yang pelan-pelan telah menurunkan standar humanis dalam diri.., dengan berpikir bahwa jangan berharap masih ada laki-laki sebenarnya... (maafkan saya..).
Lagi-lagi Allah mengajarkan saya, tampilan fisik tidak bisa mengukur kepribadian seseorang, dia, sang pahlawan membuktikan itu...jeans belel, tas cangklong, kaos oblong, ternyata bisa menjadi pahlawan,..tak perlu neko-neko.. harus pakai kostum superman supaya jadi pahlawan.., ya dia laki-laki sejati itu, dia manusia itu...

Di bis kota sorenya,...saya jadi pengamat yang manis... kursi sudah dalam kekuasaan saya sejak awal.. Menit terus berjalan, saya menunggu pahlawan..., belum kelihatan...laki-laki manis duduk dengan sangat manisnya...
Sampai dua pasangan paruh baya naik dan mncari kursi kosong... lelah..kosong tatapan mereka, dan harus rela berdiri... ya karena laki-laki dalam bis kota itu tetap jadi laki-laki yang manis... tetap manis duduk di kursi malas mereka,, (huh.. ini betulan laki-laki atau tidak ya)
(maaf kek, nek, kursi saya tidak bisa dibagi lagi... sudah bertiga nih.. maafkan..)...

Wajah laki2 disana sangat manis, dengan baju yang rapi... 'jauh' di banding si kaos oblong pagi tadi... ternyata mereka memang manis...dan manis itu kata sifat yang selalu mengiringi perempuan... Jadi mereka adalah laki2 dengan jiwa perempuan... manis...
Sampai dipemberhentian..., ternyata sore ini tak ada lagi sang pahlawan...tak ada lagi si kaos oblong.
Ternyata, seribu satu laki-laki dalam satu hari ini telah kehilangan nalurinya... laki-laki sebenarnya hanya satu diantara seribu.. Apakah anda termasuk yang satu…


** Di Tulis oleh kak Esy u/ p’ Syahrul dan Ilham ^_^ **


Kisah Perjuangan Seorang Anak

Terlalu pintar sehingga bisa menyembunyikan perasaan... atau Allah memang menghadirkan kemampuan itu bagi anak-anak spesial seperti mereka..

Tersenyum, menjawab pertanyaan, antusias berkomentar terhadap pelajaran.., walaupun kadang cacing dalam perut bernyanyi riang.. mungkin ini deskripsi yang tepat untuk menggambarkan sosoknya.. Ya memang tak selamanya kesedihan harus ditangisi, tak selamanya kekurangan berbuah kepedihan.. Jika tidak bisa makan (baca : karena tidak ada makanan) pada saat cacing di perut sudah berdendang di sebut kelaparan, maka kata sifat lain yang tepat untuk mengiringinya adalah kesedihan dan selanjutnya kepedihan..

Sosok itu bernama Agustian.., nama yang sesuai dengan bulan kelahirannya. Perkenalan pertama dengannya cukup spesial, kata seorang teman kehadirannya di SD Juara seperti iklan layanan masyarakat episode Wajar (Wajib Belajar) 9 Tahun dan Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah)..

Ia berdiri di luar kelas, bersisian dengan jendela, sambil mengamati anak – anak lain yang sedang belajar... Ia hanya berdiri, memperhatikan dengan seksama guru menerangkan.. Sesaat kemudian berpindah ke kelas lain dan mulai mencatat pelajaran ketika mendapatkan sehelai kertas dari seorang siswa yang ternyata temannya.. Bukan, ia bukan tergolong muzaqi sehingga tidak berhak untuk belajar di sekolah ini.., tak ada satu halpun pada dirinya yang dapat menggugurkan haknya untuk masuk sekolah ini... Ia nyata sempurna perlu bantuan... dan pendidikan, apalagi melihat antusiasnya mengikuti pelajaran walaupun hanya dari luar..

Masalahnya, ia tidak dapat menghadirkan orang tuanya, wali atau orang dewasa lainnya yang dapat bertanggung jawab atas dirinya.. Spekulasi bukan cara yang tepat untuk saat itu, karena beberapa waktu yang lalu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya ada yang terjaring kasus sodomi.., dan kita ingin mengetahui profil dia terlebih dahulu..

Itu perkenalan pertama, selanjutnya ia boleh belajar di sekolah ini, setelah dilakukan survey awal ke rumahnya..

Diringi dengan tangis, sang ibu menceritakan kondisinya...panjang lebar..., rasanya seperti disuguhi sinetron Indonesia..mengharu biru..dan mungin inii memang potret wajah kehidupan rakyat Indonesia.. Keterbatasan ekonomi, selanjutnya broken home, diikuti turunan berikutnya, anak-anak tidak betah di rumah, pendidikan terlantar, dan yang paling ekstrim, anak belajar ‘mengusahakan’ sendiri kehidupannya.. Jadilah bekerja untuk memenuhi hajat hidup.. dia, dan keluarganya kalau perlu. “ Mama ambil dulu di warung depan, nanti Tian pulang kerja baru dibayar ”.. “ Orang tua mana bu yang sanggup makan dari uang anaknya...anak sekecil itu lagi “... ini salah satu ungkapan perasaan sang ibu..

Seiring waktu, dia telah resmi menjadi siswa SD Juara, ternyata ibunya dalam kondisi sakit sehingga tidak dapat langsung mendaftarkan Tian.. Pengecualian diberikan, jika sudah sehat segala administrasi diselesaikan..

Dia hanya duduk di pustaka atau bermain bola ketika anak-anak lain sibuk mengisi perut mereka. Tidak bawa bekal, tidak sempat masak, takut telat dan banyak alasan lainnya ketika ditanyakan kenapa tidak makan.. Itu hanya alasan klise sebagai penganti penyebab utamanya...bahwa tidak ada makanan yang bisa dimakan..bahwa tidak ada stok makanan di rumah, bahwa mama masih sakit sehingga belum bisa bekerja..atau Tian tidak punya uang lagi karena sudah dipecat dari tempat kerja..

Teman-teman yang mau berbagi menjadi sesuatu yang membahagiakan baginya.., cacing perut tidak terlalu nyaring bernyanyi untuk sementara waktu. Tapi ini tidak bisa selamanya, karena teman yang lain juga dalam keterbatasan.. Atau para ustad dan uztadzah tidak mungin selalu berpura-pura di depan anak yang lain dengan mengatakan uang yang diberikan sebagai tabungan Tian..

Pulang ke rumah ketika waktu istirahat ? ini juga bukan solusi...karena di rumah juga tidak ada makanan... Hingga akhirnya tiba ramadahan, ini kesyukuran berikutnya bagi Tian, waktu makan jadi tinggal 2 x.. saat berbuka dan sahur.. Tapi ini tetap sebagai masalah.. Hanya saja, kedermawanan jama’ah mesjid bisa menjadi solusi selama bulan ini. Jadilah Tian sebagai musafir, paling betah tinggal di mesjid.., karena selalu ada tangan yang terulur memberi infak.. Tak sengaja ia berkata.. “ Ustadzah, orang-orang yang sholat ashar tidak pelit seperti sholat dzuhur..mereka lebih banyak memberi...” Astaqfirullah nak..., tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, jangan pernah senang dengan pemberian orang lain.. tap berbanggalah ketika kita yang bisa memberi.. Saat berbuka tidak pernah menjadi masalah lagi, selain di mesjid juga disediakan ta’jil gratis..

Karena rumah tak lagi menjadi baiti janati, tinggal di mesjid menjadi hal menyenangkan berikutnya.. hanya saja makan sahur menjadi masalah, apalagi ketika tak ada uang dan sumbangan dari jama’ah.., hingga sempat beberapa kali ustad dan ustadzah bergantian mengantarkan makan sahur untuknya..

Makanan menjadi sesuatu yang penting bagi anak seusia Tian dan anak-anak lain seusia dengannya... mereka dalam masa-masa emas pertumbuhan dan perkembangan. Tapi ketika keadaan menjadi tidak bersahabat, apa mau dikata...hidup masih terus berjalan, badan sehat saja sudah menjadi sesuatu yang disyukuri, karena ketika sehat, ia masih bisa bekerja untuk makan...

Menyiapkan bekal menjadi sesuatu yang menarik bagi ibu-ibu lain, karena banyak bahan makanan yang bisa dikreasikan pengolahan dan penataannya.. tapi tidak bagi ibu-ibu siswa SD Juara.. Momen setiap pagi ini bisa menjadi pukulan-pukulan berat bagi mereka...seperti masuk ke lubang yang sama setiap hari..., karena dalam kotak bekal anaknya (jika ada) ia hanya mampu memasukkan menu yang sama...mie instan di campur nasi putih sisa kemarin, atau kadang sisa lauk semalam dengan setinggi gunung nasi putihnya...karena yang terpenting adalah kenyang...bukan gizi berimbang..

(Tidak, ini bukan sesuatu yang menyedihkan...bagi kami siswa SD Juara, ya mungkin tingkat kesedihan kami sudah menurun standarnya...bagi orang lain mungkin episode ini bisa mengalirkan air mata, tapi tidak bagi kami...kami masih bisa tersenyum kog...apalagi ketika bertemu dengan ustad dan ustadzah yang penuh cinta setiap pagi ketika menyambut kami...

Dendang lagu.. pagiku cerahku...matahari bersinar, ku sandang tas merahku di pundak.. Slamat pagi smua...ku nantikan dirimu...di depan kelasku menantikan kami...guruku tersayang...guru tercinta... tanpamu apa jadinya aku... rasanya memenuhi cakrawala hari-hari kami....)

With LoVe... for U... every one... anak-anakku... terimakasih telah mengajarkan kesyukuran.. dan berjuta cinta...

(Rabu, 05 November ’08.. Satu hari ba’da pemilihan presiden Amerika.. Akankah merubah wajah kehidupan kami... Wallahua’lam)..

** Ini adalah tulisan LSU ( Learning Unit Suport ) atau BK di SD Juara Pekanbaru **


Saturday, January 24, 2009

Pekan UJian Semester

Tidak terasa udah 4 bulan aja di IPI Leppindo dan klo begitu pekan depan itu sudah akan menghadapi ujian semester ...
Doain semuanya ya ^_^
semoga hasilnya tidak mengecewakan .

Friday, January 23, 2009

Satu lagi yang Resign

Pekanbaru 23 Januari 2009 kembali salah seorang guru di SD juara Resign setelah bu Puti dan Kak Ira kembali hari ini Pak Fachri yang Resign dari Sekjur, Jujur saya salut juga sama beliau walau tadi hari terakhirnya menjadi PKS (Pembantu Kepala Sekolah )kesiswaan , tapi ane lihat beliau tetap aja semangat dan menyelesaikan semua pekerjaan dgn penuh tanggung jawab seolah olah beliau masih akan lama di sini. Sedih euy tadi ketika beliau mau pamit pulang, Semoga Sukses melanjutkan pendidikan S2nya ya pak ^_^
Jangan lupa sering2 main ke Sekjur ya ..

Komentar Teman2


Kemaren kembali ifthor jamai..
Hmm Ternyata teman2 di tempat kerja punya penilaian gini ya seperti ini yah sama diriku ..
Katanya Ilham itu baik loh ( hehe jadi tersanjung nih )
tapi satu hal yang buruknya ternyata banyak yang menilai diriku suka ngambek ya ...
Hmm Bagus juga nih jadi bahan intropeksi diri ...
Lanjutkan S1 , Siap deh bos Insya Allah saya akan selalu berusaha untuk melanjutkan nya ...
^_^

Wednesday, January 21, 2009

Campur ...

Kadang Lingkungan menjadi imun yang luar biasa bagi kita , keadaan yang mana selalu di isi dengan berbagai macam kondisi yang luar biasa membuat kita tidak lagi merasakan kepedulian terhadap hal2 yang mungkin secara alami hal itu emang harus kita beri perhatian yang lebih ,
Hmm hari ini aku juga dapat nasihat dari kk esi jangan terlalu sering memberikan informasi pada orang lain ..
Ya Allah aku benar2 tidak tau klo apa yang aku lakukan itu salah . Cukup panjang "Ceramah Singkat" yang di berikan beliau pada saya. hmm ada jg orang yang berpikiran ribet gitu :D
atau aku kali yang tidak bisa memahami orang lain .
Dalam perjalanan dari Sekolah ke IPI tadi aku juga merasa ada sesuatu yang agak aneh
tumben jalan Sudirman , Jalan Protokol di Pekanbaru tadi lenggang di jam segitu, padahal biasa nya jalannya macet.
Bentar lagi mo ujian semester semoga aku bisa menghadapi semua nya dengan baik ya ^_^

Wednesday, January 7, 2009

Ifthot Jama'i Hari Asyura Sekjur PKU

Pekanbaru 7 Januari 2009 atau 10 Muharam 1430 H
Alhamdulillah di hari asyura ini kembali bisa di isi dengan shaum walaupun yang lain tidak bisa dilakukan dengan sempurna, tapi Inysa Allah selalu berusaha meningkatkan nya dengan baik.
Ifthor jama'i di hari oleh hampir semua guru dan staff sekjur pku minus kak esy yang ga enak badan dan kak ira dan kak putie yang emang sudah resign dari sekjur ..
dengan menu mie pangsit terasa nikmat suasa ifthor tadi, oya menu yang di pilih emang ga sama menurut selera masing-masing..
Setelah dari sana langsung menuju ke IPI
dah dulu ya nanti di lanjuti lagi..

Ya Allah Selalu lindungilah Hamba dan jadikan hamba termasuk golongan orang2 yang selalu mensyukuri segala nikmat MU

^_^